5 Pesona eBook yang Tidak Dimiliki Buku Cetak

5 Pesona eBook yang Berpotensi Menenggelamkan Kepopuleran Buku Cetak

Pada 1978, tiga musisi ternama asal Inggris yakni: Trevor Horn, Geoff Downes, dan Bruce Woolley menulis sebuah lagu bernuansa pop yang berjudul “Video Killed the Radio Star”. Lagu yang sukses secara komersial tersebut tercipta dari adanya rasa kekhawatiran akan “Video”—yang pada waktu itu merupakan promosi teknologi yang membawa dampak tertentu. Secara lirik, lagu yang juga telah menerima beberapa penghargaan penting tersebut sangat kental menyinggung sikap campuran terhadap penemuan dan mesin abad ke-20 untuk bidang seni media. Secara garis besar, melalui lagu tersebut, ketiga musisi tersebut ingin menyiratkan pesan kepada para pendengarnya bahwa kemunculan teknologi mampu menggeser suatu profesi tertentu dan mengganti fungsi alat-alat tertentu yang sifatnya masih relatif sederhana atau tradisional.

Senada dengan peta permasalahan di atas yang menggarisbawahi dampak yang tidak diharapkan oleh sebagian kalangan tertentu dari munculnya suatu teknologi, aroma kecemasan serupa juga masih tercium hingga era digital saat ini. Teknologi masih terus mengepakkan sayapnya dan siap menggerus segala hal yang sifatnya tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman. Kemajuan teknologi yang berkembang begitu pesat saat ini telah memberikan begitu banyak kemudahan bagi segala aspek kehidupan manusia. Teknologi semakin memanjakan masyarakat dalam melakukan segala pekerjaan. Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya beragam inovasi yang menunjang kelangsungan hidup masyarakat dunia. Disamping itu, kemajuan teknologi juga ampuh mengubah gaya hidup masyarakat, termasuk dalam kebiasaan membaca. Membaca buku dalam format digital kini tengah menjadi tren di kalangan masyarakat masa kini serta menjadi kebutuhan bagi setiap pengguna teknologi agar dapat diakses melalui perangkat digital mereka.

Adalah ebook, buku berbentuk digital yang terdiri dari teks dan gambar serta berisikan suatu informasi atau panduan (tutorial), yang saat ini tengah digandrungi oleh generasi milenial di era digital. Sejak kemunculannya, media baca yang hanya dapat dinikmati melalui perangkat elekronik (semisal komputer/laptop, tablet, dan smartphone) ini memang mampu memberikan sensasi baru dan berbeda dalam membaca buku. Bahkan, ebook sempat menggeser posisi buku cetak yang selama ini menjadi primadona media baca. Berikut adalah lima pesona ebook yang berpotensi menenggelamkan kepopuleran buku cetak:

1. Praktis

Sejak awal penciptaannya, ebook memang mengusung segi kepraktisan. Segi inilah yang menjadi nafas inovasi ebook sebagai media baca pendatang baru. Para pembaca dan penikmat buku tidak perlu lagi membawa buku fisik yang tebal, berat, dan kadang memenuhi isi tas. Sejumlah judul buku cukup disimpan dalam folder khusus di dalam komputer/laptop, tablet ataupun smartphone. Kesimpelan itulah yang mutlak tidak dimiliki oleh buku cetak. Tidak sampai disitu saja, cara memperoleh ebook pun terbilang cukup sederhana, yakni cukup mengunduh dari beberapa situs yang menyediakan file-file ebook. Berbeda dengan buku cetak yang cara memperolehnya harus dibeli di toko buku terlebih dahulu yang pastinya memakan biaya dan menguras waktu.

2. Ramah Lingkungan

Ebook adalah media baca yang berbentuk digital atau elektronik dimana dalam proses pembuatannya tidak memerlukan bahan atau material yang merusak lingkungan. Lain halnya dengan buku cetak yang dalam proses pembuatannya memerlukan pohon atau bubur kayu untuk setiap lembarnya. Hal itu belum lagi ditambah dengan penggunaan tinta untuk mencetak konten buku yang tentunya juga jauh dari keramahan lingkungan.

3. Tahan Lama

Ebook merupakan media baca yang secara bentuk tidak konkrit seperti buku cetak. Selama disimpan di dalam perangkat media yang aman dan bebas dari virus, ebook akan selalu tahan lama. Hal tersebut tidak dimiliki oleh buku cetak yang lambat laun akan menguning dan mengeras dalam setiap lembarnya. Disamping itu, buku cetak juga mudah robek dan dapat dimakan rayap.

4. Murah

Berbicara soal harga, ebook menawarkan nilai yang jauh lebih murah ketimbang buku cetak. Bahkan, harga ebook bisa separuhnya dari buku fisik. Hal tersebut amatlah wajar mengingat proses pembuatan ebook yang tidak memerlukan bahan atau material dan proses pencetakan layaknya buku cetak serta tidak memerlukan proses distribusi. Lebih dari itu, saat ini ebook juga dapat diunduh secara gratis di sejumlah situs atau sumber tertentu.

5. Memiliki Beragam Fitur

Keunggulan lainnya yang tertanam dalam ebook adalah sejumlah fitur luar biasa yang semakin memudahkan dan memanjakan para penggunanya. Portabilitas, upgrade ability, pencarian (untuk mencari kata-kata atau frasa dengan cepat), pembuatan catatan dan kutipan, referensi, konektivitas ke situs lain adalah sederet kelebihan yang melekat kuat pada buku elektronik. Disamping itu, perlu diketahui bahwa ebook yang telah tersedia saat ini selalu diperbaharui oleh pihak pengembang dan pengguna. Hal tersebut memungkinkan adanya fitur-fitur baru yang akan disematkan pada produk-produk ebook kedepannya.

Menilik lima pesona ebook di atas yang mutlak tidak dimiliki oleh buku cetak atau buku konvensional, buku berbentuk digital sepertinya bakal memiliki potensi dan masa depan yang cerah serta menjanjikan untuk menarik lebih banyak lagi penggunanya. Bagaimana dengan Anda, apakah kelima pesona di atas masih kurang untuk menjadikan ebook sebagai media baca utama dalam genggaman Anda sehari-hari?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *